Layanan Duplikat Surat Nikah

SYARAT DAN PROSEDUR LAYANAN DUPLIKAT SURAT NIKAH

“dha’ramma pak! sorat nikah kaula rosak, ma’ barangnga se badha’a lampeddha tadha’. Sompa neka, ongguwan! Samangken kaula ce’ parlona ongghu. mangkadda hajji ban akte kelahiranna nak-kanak?  Pokokna dha’ramma carana, samangken kodhu se badha’a pak! (gimana pak! Surat nikah saya rusak, jangankan barangnya jejaknyapun ndak ada, sumpah! Sungguhan pak. sementara saya butuh sekarang untuk keperluan haji dan akte kelahiran anak? Pokoknya bagaimana caranya sekarang harus ada pak!)

Ini sepenggal kalimat pengaduan masyarakat. Saya tulis apa adanya. Agar anda tahu bentuk dan cara ‘mengeluh’ masyarakat . Logatnya kental madura’an. Nadanya keras meninggi. Rada nodong. Pake sumpah lagi, he he! lagunya?, silakan anda download disini.  Saya menyadari, Tujuannya baik. Biar ‘Bapak KUA’ menyelami dan segera tanggap pada kebutuhannya. Surat nikah hilang atau rusak sering dialami banyak orang. Tidak menutup kemungkinan anda yang lagi baca ini memiliki persoalan yang sama, he he! Saya sarankan, jika ini, menimpa anda. Ngak usah pake bingung dan panik! Segeralah konsultasi ke KUA kecamatan setempat. Persoalan tuntas tas. Apa yang harus anda persiapkan dan caranya bagaimana?  Hm, Boleh juga anda tiru cara pengaduan dengan kalimat madura’an di atas, he he. Atau anda baca aja dulu, penjelasan di bawah ini dengan tenang:

DASAR HUKUM:

  • Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang  Perkawinan
  • Peraturan Pemerintah Nomor  9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan  Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang  Perkawinan
  • Peraturan Menteri Agama RI. Nomor  11 Tahun 2007 Tentang Pencatatan  Nikah
  • Instruksi Presiden No. 1 tahun 1999 tentang Kompilasi Hukum Islam

PERSYARATAN:

  1. Surat keterangan permohonan Duplikat Nikah dari Kepala Desa/Lurah setempat.
  2. Surat Keterangan Hilang dari Kepala Polisi Sektor di Kecamatan
  3. KTP pelapor atau yang bersangkutan
  4. Pas photo hitam putih atau berwarna ukuran 3×4 sebanyak 1 lembar masing-masing suami isteri.

PROSEDUR:

  1. Menghadap ke KUA Kecamatan dengan membawa surat permohonan dari Kepala Desa. Beritahukan waktu pernikahan anda. Tujuannya untuk memastikan tercatat tidaknya pernikahan anda. Jika benar tercatat di Register Nikah KUA, maka KUA membuatkan Surat Pengantar ke Kapolsek  untuk mendapatkan Surat Keterangan Hilang/rusak dari Kapolsek.

Tips smart:  “diharapkan anda mengingat dengan baik tanggal bulan dan tahun perkawinan anda. Jika tidak,  ingatlah! anak kelahiran pertama anda dengan dikurangi masa kehamilan dan rentang masa menjelang kehamilan isteri anda.

  1. Menghadap ke Kapolsek Kecamatan untuk mendapatkan Surat Keterangan Hilang atau Rusak, dengan membawa Surat pengantar dari KUA.
  2. Menghadap ke KUA dengan membawa Surat Keterangan Hilang Rusak/Hilang dari Kapolsek.
  3. KUA Membuat Duplikat Surat Nikah yang hilang atau Rusak.

Bereslah sudah! Senang bukan? sesenang gambar dibawah ini kan. Anda bawa tuh Duplikat Nikahnya sesuai keperluan anda. Walau bentuknya, gak sama dengan Surat Nikah Aslinya. –Yaaah! namanya aja duplikat surat nikah, tentu bentuknya gak mungkin sama dong- tapi yang penting kekuatan hukumnya sama, tak iya. Gimana? Tidak sulit kan persyaratan dan prosedurnya?  Untuk anda yang gak mau ke KUA, karena anda sibuk berat, gak ada kesempatan, pingin tahu tercatat tidaknya perkawinan anda. Kirim aja data nikah anda lewat sini ya! Atawa, anda punya keluhan, gak paham, gak tahu atau apasajalah, klik aja disini! Sakalangkong kunjungannya taretan!!!

Berkenan, silakan baca layanan kami lainnya!