Layanan Penentuan Arah Kiblat

LAYANAN PENENTUAN ARAH KIBLAT

Sekitar awal tahun 2010, masyarakat sempat panik dan heboh. Pasalnya  ada berita penggeseran lempeng bumi. Katanya, peristiwa gempa bumi, gunung meletus dan peristiwa vulkanik menjadi factor penyebabnya.  Media cetak dan elektronik memberitakan peristiwa tersebut. Akibatnya semua kalangan sempat terfokus perhatiannya pada berita tersebut. Mengapa demikian? Pergeseran lempeng bumi ternyata erat hubungannya dengan arah kiblat. Lempeng bumi bergeser memungkinkan terjadinya pergeseran arah kiblat. Padahal pergeseran arah kiblat sebesar 1 derajat saja bisa melencengkan arah sekitar 100 km dari titik Ka’bah. Wah, wah! Begitu pentingnya makanya Dewan  perwakilan rakyat Komisi E, Bapak presiden SBY, Menteri Agama,  Direktur Urusan Agama Islam, MUI, kementerian agama tingkat provinsi dan kabupaten turut ambil bagian untuk menuntaskan masalah ini.  Intinya diperlukan verifikasi. Pengukuran kembali arah kiblat tempat-tempat ibadah di wilayah masing-masing.

Fakta menunjukkan ternyata hasil  pengukuran tempat ibadah dipusat-pusat  kejadian gempa dan sekitarnya seperti di Yogyakarta dan Tasik malaya maupun di tempat lainnya terdapat banyak tempat ibadah yang arah kiblatnya melenceng.  Menurut pengamatan Kementerian Agama, lanjut Sekjen Kementerian Agama Pusat Bapak Bahrul Hayat, arah kiblat masjid-masjid yang tersebar di tengah masyarakat, satu sama lain masih ada perbedaan, nilainya sekitar 20 derajat bahkan lebih. Dalam hati saya Cuma bertanya.  Sekali lagi maaf! ini hanya dalam hati ya! Apa itu? Pertanyaannya, melencengnya arah kiblat tersebut apa betul-betul karena penggeseran lempeng bumi ataukah memang sudah dari son0nya yang salah, maksudnya pada saat pembangunan pertama kalinya arah kiblatnya memang sudah melenceng? Sebab  di Mekah sono bahwa ada 200 masjid yang arahnya juga keliru. Rata-rata masjid yang arah kiblatnya tak tepat itu telah berusia sekitar 50 tahunan.   (Republika online, 07 April 2009).

Terlepas  dari persoalan tersebut , sudah benarkah arah kiblat tempat ibadah anda? pastikan arah kiblat tempat ibadah anda secara tepat dan benar. Tepat dan bener itu ukurannya, ya .. pakai ilmunya bukan hasil penerawangan he he. Sebab menghadap kearah kiblat itu atau ka’bah di mekah ketika shalat merupakan perintah Allah SWT. Dan termasuk salah satu syarat sahnya sholat. Caranya? Simak baik-baik penjelasan berikut:

  1. Menentukan arah kiblat dapat dilakukan dengan menggunakan bayang-bayang matahari. Ini dapat dilakukan dengan benar dan akurat pada saat matahari benar-benar berada tepat di atas ka’bah. Dalam satu tahun masehi, matahari singgah dua kali tepat di atas Ka’bah. Hal ini merupakan pengetahuan yang sudah tua umurnya namun sepertinya tidak banyak yang mengetahui. Dalam bahasa arab disebut sebagai peristiwa Istiwa A’zham (Persinggahan Utama). Peristiwa ini terjadi pada tanggal 28 Mei (atau 27 di tahun kabisat) pukul 12:18 waktu Mekah dan 16 Juli (atau 15 di tahun kabisat) pukul 12:27 waktu mekah. Artinya, semua orang yang bisa melihat matahari pada saat itu dan menghadapkan wajahnya ke sana telah menghadapkan wajahnya ke kiblat. Atau jika kita melihat bayangan benda yang tegak lurus di atas tanah, maka bayangan tersebut akan membentuk garis arah kiblat. Bagi yang di Indonesia, waktu kejadian tersebut adalah 28 Mei jam 16:18 WIB dan 16 Juli jam 16:27 WIB. Jadi, bagi yang ingin mengecek atau melihat benar tidaknya arah kiblat yang digunakan selama ini silakan keluar pada waktu tersebut dan lihat matahari (atau bayangannya). Sebagai catatan penting: sebelum ini dilakukan sebaiknya arloji/jam dicocokkan terlebih dahulu dengan TVRI/Internet.
  2. Mengukur menggunakan alat. Hal ini dilakukan setelah kita mengetahui posisi lintang dan bujur tempat kita dengan posisi lintang dan bujur ka’bah di mekah. Sebagai gambaran untuk menentukan arah posisi dari tempat kita dengan arah ka’bah di mekah bisa klik disini, atau klik juga disini. gimana gampang kan! Ketik nama kota yang dicari, lalu klik cari. Dari situ sudah bisa diketahui semuanya, berapa lintang bujur tempat kita, berapa jauh  jarak tempat kita ke mekah, berikut azimuth yang  menunjukkan besarnya  derajat  kearah kiblat. Ada beberapa alat yang digunakan untuk membantu mengukur arah kiblat dari tempat kita yaitu kompas dan GPS (global Positioning system)  kata ahli dari kelompok Geodesi ITB “Dengan menggunakan GPS, arah kiblat dapat ditentukan sampai dengan orde ketelitian nol koma detik”. Bagi yang punya GPS (seperti gambar dibawah ini), Cara penggunaannya silakan klik disini bagi yang belum punya GPS, cukup lanjutkan bacanya he he !

Sekarang bagaimana paham gak, jika sudah paham tinggal praktekkan arah kiblat di tempat ibadah anda masing-masing. Jika ditemui ternyata tempat ibadah anda arah kiblatnya melenceng, jangan coba-coba masjid atau mushallanya dibongkar! Itu mubadzir akhi!  tetapi cukup shafnya aja yang diubah dan digeser sesuai arah kiblat.

Masih kebingungan untuk menentukan arah kiblat tempat ibadah anda, atau mau mendirikan tempat ibadah yang baru, ajukan surat permohonan anda ke KUA Kecamatan Pademawu, kami siap bantu anda. Ada keluhan, tanggapan, pertanyaan silakan kirim email ke kuapademawu@yahoo.com atau langsung klik disini, insya Allah kami seneng dan akan dibalas. Berkenan baca layanan lainnya silakan klik yang lain. Selamat mengukur arah kiblat tempat ibadah anda, semoga berhasil!