Layanan Perkawinan Campuran

SYARAT DAN PROSEDUR LAYANAN PERKAWINAN CAMPURAN

Pernah anda denger ngak,  istilah Perkawinan campuran?  Banyak Orang, yang seringkali beranggapan (maaf! tidak termasuk anda yang baca ini he he) bahwa perkawinan campuran itu perkawinan seseorang dengan orang lain yang berbeda agamanya. Padahal ≠ itu.  Yang lebih serem lagi perkawinan campuran disamakan dengan perkawinan yang bebas tanpa pandang bulu, bulu kuduk atawa bolo-bolo lainnya he he, dengan siapapun juga, asal suka sama suka,  dimana saja asal sama mau, dengan jumlah pasangan jenis apapun, asal tidak malu. Kalau tafsiran yang ini,  kayaknya yang pas, namanya perkawinan campuran semau gue he he! Bener gak?

Silakan! Semua orang bahkan juga anda, bolehlah menafsirkan perkawinan campuran itu kayak apa, terserahlah antum punya hak tafsir, toh itu dijamin dengan UU! Cuma yang akan melayani perkawinan anda itu kan saya, KUA. Sekali lagi KUA. (hm.., disini saya mencoba untuk naik dikit ya he he) maksud saya  istilah itu biar gak kabur kemana-mana, gak ngambang, mari kita kembalikan kepada kitab aslinya, kitab undang-undang perkawinan.

Dalam Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 tahun 1974 pasal 57 perkawinan campuran itu diartikan dengan “…perkawinan antara dua orang yang di Indonesia tunduk pada hukum yang berlainan, karena perbedaan kewarganegaraan dan salah satu pihak berkewarganegaraan Asing dan salah satu pihak berkewarganegaraan Indonesia”.

Tegas kan? Perkawinan campuran itu perkawinan orang Indonesia dengan Bule, londo atau negro, atawa dengan Arab Asli di Saudi sana, atau dengan china asli di shanghai sana, bukan yang ‘numpang’ di Indonesia ya!. Gambarnya lihat aja disamping ini.  Pengertian gampangnya,  perkawinan campuran adalah perkawinan orang Indonesia dengan orang lain yang berkewarganegaraan selain Indonesia.  Perkawinan semacam ini direstui oleh Negara. Anda tertarik untuk kawin campuran ini, silakan disimak ketentuannya berikut ini:

DASAR HUKUM

  • Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang  Perkawinan
  • Peraturan Pemerintah Nomor  9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan  Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang  Perkawinan
  • Peraturan Menteri Agama RI. Nomor  11 Tahun 2007 Tentang Pencatatan  Nikah
  • Kompilasi Hukum Islam di Indonesia

PERSYARATAN

Untuk persyaratan perkawinan campuran, tidak jauh berbeda dengan perkawinan pada umumnya. jelasnya klik disini. Untuk perkawinan campuran, ada beberapa persyaratan tambahan , antara lain:

  1. Paspor  calon pengantin
  2. Surat Kelakuan baik dari Kepolisian (situasional tergantung permintaan)
  3. Surat izin dari kedutaan Negara yang bersangkutan.
  4. Rekomendasi Nikah dari KUA Kecamatan (jika perkawinan dilaksanakan di luar Indonesia)

PROSEDUR LAYANAN

Sebelum melangkah pada prosedur pelaksanaan perkawinan campuran ini, terlebih dahulu perlu dipastikan.  Pertama,  bahwa anda dan pasangan anda keduanya beragama Islam. Kedua, masuk kategori mana tempat penyelenggaraan perkawinan anda. Dilaksanakan di Indonesia atau diluar Indonesia. Ini penting  disamping jalurnya nanti rada beda juga untuk memastikan secara tepat prosedurnya.