Info Perkawinan dan Keluarga

14 PASUTRI MENERIMA SURAT NIKAH SECARA GRATIS

Suasana kegembiraan benar-benar dirasakan oleh 14 pasang suami isteri di Kecamatan Pademawu. “pada hari ini,   kami betul-betul merasa gembira, saya dapat menerima surat nikah secara gratis dari KUA Kecamatan Pademawu” demikian ungkapan salah  seorang pasutri  penuh senyum.

Pada awal Mei kemarin tepatnya tanggal  4 Mei 2011, 14 pasangan suami isteri telah menerima secara resmi surat nikah. Serah terima tersebut dilakukan di KUA Kecamatan Pademawu. Hadir dalam acara tersebut Bapak Kepala Bagian Kesra Kecamatan Pademawu mewakili Camat Pademawu untuk menyaksikan penyerahan surat nikah tersebut.

Pemberian surat nikah tersebut sebagai tindak lanjut dari proses pelaksanaan Itsbat Nikah Massal (tentang itsbat nikah klik disini) di Pengadilan Agama Pamekasan. Program ini terselenggara  berkat bantuan  Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini bersifat massal se-kabupaten Pamekasan dengan biaya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Kecamatan Pademawu memperoleh bagian 14 pasang suami isteri yang dapat diajukan untuk proses Itsbat Nikah. Adapun ke empat belas (14) pasutri tersebut adalah; 3 orang pasutri dari desa Pagagan, 1 orang pasutri dari desa Padelegan, 1 orang pasutri dari desa Prekbun, 2 orang pasutri dari desa Baddurih, 2 orang pasutri dari majungan, 1 orang pasutri dari desa  Jarin, 3 orang Pasutri dari desa Murtajih dan 1 orang pasutri dari desa murtajih.

“Program ini ditujukan untuk membantu sebagian masyarakat yang memiliki persoalan dengan status perkawinannya. Disatu sisi secara de facto mereka  telah kawin dan berkeluarga, hidup bersama sebagai suami isteri dengan anak-anaknya. tetapi secara de jure perkawinan mereka  tidak dapat dibuktikan secara hukum. Karena perkawinannya tidak tercatat –orang bilang nikah sirri- sehingga  secara perdata perkawinannya tidak memilki kekuatan hukum. tepatnya tidak memiliki surat nikah. Hal ini sangat rentan dengan keadaan keluarganya, kedudukan asal-usul anaknya, hak waris dan lain-lain yang berkaitan dengan hukum perdata hal ihwal keluarga dan keturunannya”. Demikian keterangan Kepala KUA Kecamatan Pademawu Bapak Abdullah kepada  mereka.

Menanggapi tudingan bahwa program tersebut  bersifat  “melestarikan” perkawinan sirri, dengan cara membantu mereka yang  melakukan “pelanggaran hukum perkawinan”, Kepala KUA Kecamatan Pademawu menangapi balik tudingan tersebut dengan mengatakan “yah… menurut pemahaman saya tergantung dari sudut mana kita memandang persoalan itu. Saya berharap kepada masyarakat, agar positive thinking ajalah! Masak sudah membantu demikian masih ditafsiri kurang enak!  kalau mau jujur , motif nikah sirri yang dilakukan oleh masyarakat itu kan macam-macam. Ada yang murni karena persoalan ekonomi, ada juga karena korban permainan oknum yang tidak bertanggungjawab dan  ada juga yang karena factor pengetahuan tentang hukum perkawinan rendah. Nah terkait dengan hal tersebut, apa salahnya kita peduli dan membantu mereka. Barangkali untuk hal ini kita sama-sama setuju”. Demikian beliau mengakhiri tanggapannya.  (liputan:KUAPademawu)   

PEMBINAAN KELUARGA SAMARA : TIDAK SEMUA ORANG KAWIN HIDUP BAHAGIA

‘Tujuan orang menikah itu untuk mewujudkan kebahagiaan dan ketentraman.