Ruang Anda

Bagi yang terlanjur buka page ini, terima kasih. gak usah pake nyesel. jangan ragu lagi. ayo! bergabung bersama kami, ambil pulpen dan catat baik-baik ! sampaikan uneg-uneg anda, curhat anda, masukan anda keluhan anda, pertanyaan anda, entah apa sajalah terserah anda! kirim segera! Insya Allah kami balas. eatore ngettik disini!!

30 responses to “Ruang Anda

  1. Ass Alaikum ….. pak!
    selamat & sukses buat KUA Pademawu, dengan dibukanya website atau semacam blog dengan https://kuapademawu.wordpress.com. so pasti ini sangat penting sebagai informasi buat masyarakat tentang kegiatan KUA sebagai pusat pelayanan dll…
    salam kenal buat pak dulla dari senopati Pademawu Barat
    teruslah berkarya sukses selalu.
    wassalam,

    • alaikum salam

      mas senopati Pademawu Barat,
      Terima kasih atas support & doanya ya! semoga dengan peluncuran blog yang sangat sederhana ini ada manfaatnya bagi KUA sebagai pelayan dan masyarakat yang dilayani.
      Saya tunggu masukan sekaligus dukungannya ya!

      thank and regards

  2. selamat pagi..saya mau tanya bagaimana saya bisa buat duolikat surat nikah jika tidak trcatat di KUA…?

    • Selamat sore! and Salam buat Saudara dicky haryadi. Terima kasih banyak atas kesempatan Saudara dicky untuk mengunjungi kami!

      untuk menanggapi pertanyaan Saudara dicky haryadi, kami perlu menjelaskan tentang perkawinan yang tercatat di KUA dan perkawinan yang tidak tercatat di KUA. Ini perlu diketahui, karena keduanya itu jalurnya rada beda.

      Perkawinan yang telah tercatat di KUA, dibuktikan dengan adanya Surat Nikah sebagai Kutipan dari Buku Register Nikah di KUA. Terhadap perkawinan yang tercatat tersebut. jika karena sesuatu, Surat Nikah tersebut hilang, maka diterbitkan Duplikat Nikah, yang kekuatan hukumnya sama dengan Surat Nikah. caranya klik disini

      Perkawinan yang tidak tercatat di KUA, tidak dapat dibuktikan secara hukum. karenanya tidak memiliki Surat nikah. agar bisa memiliki kekuatan hukum harus ditetapkan dulu di pengadilan Agama melalui proses Itsbat Nikah. caranya klik disini

      karenanya, sebagai kesimpulan! jika perkawinannya tidak tercatat di KUA jalurnya ke Itsbat Nikah bukan pakai Jalur Duplikat Nikah. Memerlukan Bantuan Kami? Kami Siap Melayani Keperluan Saudara!

      Demikian, terima kasih
      Barakallahu laka, Amin!
      Wassalam,
      KUAPademawu

  3. saya mau tanya, yayasan muslimat sedang beli sebidang tanah yang akan digunakan untuk mendirikan PAUD, sedang di muslimat tersebut ada 3 yayasan, 1 yayasan haji muslimat, 2 yayasan kesejahteraan, 3 yayasan pendidikan, nah dana tersebut dari yayasan haji, namun peruntukkannya untuk yayasan pendidikan, yang saya bingung nantinya itu sertipikat dimunculkan dalam bentuk sertipikat wakaf atau sertipikat hak milik atas nama yayasan ?
    pertanyaan saya yang ke 2, apa boleh nadzir badan hukumnya terdiri dari 1 org dari yayasan haji, 1 orang dari yayasan kesejahteraan, 1 org dari yayasan penddikan,
    pertanyaan 3, adalah akta nadzir badan hukum yg dibuat oleh notaris itu akta pendirian yayasan tersebut atau akta khusus nadzir badan hukum yang dibuat secara notariil

    • Terima kasih buat Saudara (?) constantian, atas atensi dan kunjungannya di blog kami yang sederhana ini. Cuma Manfaatnya, Semoga luar biasa buat bersama.
      Menanggapi pertanyaan Saudara,
      Pertama, tentang status tanah PAUD tersebut.
      sepanjang pengetahuan kami, ketika terjadi transaksi jual beli (entah dari mana sumber dana yayasan tersebut), maka terjadi peralihan status hak milik. Karenanya, status tanah tersebut sebagai tanah hak milik yayasan. Bukti hukum transaksinya dengan Akta Jual Beli. _untuk ini jalurnya, silakan ke notaris/PPAT! Untuk bukti hak kepemilikan tanahnya nanti bisa diajukan ke BPN, yang hasilnya berupa sertifikat hak milik tanah tersebut. Sampai disini, jelaslah kepemilikan tanah tersebut sebagai milik sah dan asset Yayasan. Nah sampai disini titik dulu. Ketika hak milik tanah tersebut telah jelas maka sekarang tergantung kepada yayasan tersebut apakah tanah yang akan dibangun PAUD tersebut mau diwakafkan, apa tetap jadi tanah hak milik yayasan. Monggo itu saudara yang punya hak jawab!
      Kesimpulannya, untuk sertifikat tanah Wakaf perlu adanya kejelasan dan kepastian hukum kepemilikan tanah tersebut. Kepastian hukum status tanah dapat dibuktikan dengan sertifikat hak milik tanah.
      Kedua, tentang Nadzir gabungan dari 3 yayasan.
      Sepanjang yang kami tahu, nadzir itu bisa dengan perorangan, organisasi dan Badan Hukum. Kalau wakif (perorangan, organisasi dan badan hukum) menghendaki Nadzirnya dari pihak Yayasan, maka itu namanya Nadzir Badan Hukum. Bagi Nadzir Badan Hukum, maka berlaku persyaratan sebagaimana Badan Hukum Indonesia yang diatur oleh Undang-Undang yang berlaku. Salah satu diantaranya adalah memiliki Daftar susunan pengurus. Dalam hubungannya dengan Nadzir tersebut, maka pengurus sebagaimana tercantum dalam Salinan Akta Notaris –tentang pendirian dan Anggaran Dasar Badan hukum– tersebut yang berhak menjadi Nadzir.
      Jika nadzir yang dikendaki berasal dari gabungan perseorangan dan kebetulan yang ditunjuk oleh wakif itu orang-orangnya berasal dari 3 yayasan itu, maka itu berarti nadzirnya, nadzir perorangan. Nadzir perorangan harus merupakan suatu kelompok yang terdiri dari sekurang-kurangnya 3 orang dan salah seorang diangkat menjadi ketua.
      Kesimpulannya, pengurus nadzir badan hukum, adalah nama-nama pengurus sebagaimana tercantum dalam Akta notaris yayasan tersebut. Bilamana dikehendaki nadzirnya berupa gabungan perseorangan sesuai kehendak wakif, maka nadzir semacam itu adalah nadzir perorangan.
      Ketiga, tentang nadzir badan hukum.
      Penetapan dan pengesahan Nadzir Badan hukum dan organisasi, persyaratannya antara lain dengan menunjukkan asli akta notaris pendirian yayasan berikut menyerahkan salinannya kepada PPAIW (kepala KUA Kecamatan) untuk kemudian setelah diproses, maka didaftarkan kepada menteri Agama dan Badan Wakaf Indonesia. kesimpulannya Akta Notaris untuk Nadzir Badan Hukum yang dimaksud adalah Akta Notaris Pendirian yayasan yang ditunjuk untuk menjadi nadzir.

      Demikian mas tian, terima kasih semoga bermanfaat,
      Barakallahu laka, Amien!
      Wassalamu Alaikum,

      Kuapademawu

  4. pak saya mau tanya, surat nikah dua duanya dibawa suami saya, tapi saya mau ngurus cerai, sedangkan suami saya tidak mau cerai. apa saya tetap bisa membuat duplikat surat nikah pak????

    • Terima Kasih atas atensi dan kunjungannya di blog sederhana ini. semoga bermanfaat.
      Menanggapi pertanyaan Sdri Endah Sriwanti…
      saya ikut berempati terhadap perasaan anda! Apa yang anda alami, sering juga dialami oleh orang lain dengan motif yang tentunya berbeda.
      Kutipan akta nikah atau lazim dikenal dengan surat nikah itu, diserahkan oleh KUA kepada pengantin sebanyak 1 stel yang terdiri 2 buku, masing-masing kepada pihak suami yang berwarna coklat dan kepada pihak isteri yang berwarna hijau. Masing-masing berhak untuk ’memiliki’ terhadap surat nikah tersebut. Persoalan kemudian muncul ketika ternyata semua buku nikah dipegang oleh satu pihak, baik suami atau isteri, Sehingga ada pihak yang dirugikan. antara lain menutup jalan untuk melakukan upaya hukum terhadap persoalan keluarga yang dihadapi sebagaimana yang anda alami saat ini.
      Saran saya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari, sebaiknya anda komunikasikan secara baik-baik kepada suami anda, mintalah 1 buku surat nikah saja bagian untuk anda sendiri. Jika tidak memungkinkan, silakan anda mengutus orang lain (misalnya modin desa) atau siapasajalah yang bisa dipastikan orang itu netral dari keberpihakan terhadap anda atau suami anda.
      Jika kemudian ada kepastian bahwa surat nikah anda tersebut hilang atau rusak, maka ada alasan bagi anda untuk mendapatkan duplikat nikah di KUA tempat tinggal anda! Prosesnya bisa klik disini.
      Demikian, semoga Allah SWT. memberikan kemudahan terhadap penyelesaian persoalan anda.
      Barakallahu laki, Amien!
      Wassalamu Alaikum,

      Kuapademawu

  5. aslkm,pak saya mau tanya tugas, fungsi dan kewenangan KUA sebagai PPAIW itu apa aja tlng di bales ya pak????????????jawabanya untuk skripsi jadi mudah2an bapak dapet amal dan blsn dari allah amin

    • Terima kasih buat sdr Chandra atas atensi dan kunjungannya di blog ini, semoga berkenan untuk ‘menyapa’ kami kembali di lain kesempatan.
      Menanggapi pertanyaan anda, sebelumnya ‘afwan’ atas keterlambatan membalas pertanyaan anda, maklum, karena kesibukan dinas tentunya!.
      PPAIW akronim dari Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf. PPAIW ini adalah Pejabat berwenang yang ditetapkan oleh Menteri untuk membuat Akta Ikrar Wakaf. Karena pejabat Publik, maka seluruh kebijakannya (tugas, fungsi dan kewenangan) diatur dan tunduk pada Undang-Undang, dalam hal ini Undang-Undang Nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf dan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 tentang Pelaksanaannya.
      Sepanjang yang saya ketahui, bahwa sebelum Undang-Undang ini diberlakukan Kepala KUA Kecamatan adalah satu-satunya Pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Agama sebagai PPAIW, dengan alasan karena objek wakaf waktu itu hanya terbatas pada benda yang tidak bergerak yakni tanah. Kemudian mengingat berkembangnya objek wakaf yang beraneka ragam karakteristiknya maka selain Kepala KUA, PPAIW dengan penunjukan oleh menteri dapat dilakukan oleh pejabat yang menyelenggarakan urusan wakaf baik ditingkat kabupaten/provinsi dalam hal ini kepala penyelenggara Zakat Wakaf di Kantor kementerian Agama kabupaten/provinsi. Bahkan bisa pejabat lain yang ditunjuk oleh menteri seperti notaris atau LKS-PWU (Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang) ini untuk objek wakaf yang bergerak berupa wakaf uang.
      Nah sampai disini cukup nggak, buat bahan skripsinya mas ….? he, he jika kurang saya lanjutkan. Kemudian mengenai tugas, fungsi dan kewenangannya. Dapat saya jelaskan secara umum.
      Pekerjaan yang menjadi tanggung jawab (Tugas) PPAIW antara lain, pertama, melayani kehendak wakaf dari wakif. kedua, meneliti kelengkapan persyaratan administrasi perwakafan dan keadaan fisik benda wakaf. ketiga, mengesahkan pengurus nadzir, khusus Kepala KUA sebagai PPAIW mendaftarkan nadzir kepada menteri dan BWI (Badan Wakaf Indonesia) melalui Kantor Kabupaten berikut mengajukan usulan kepada BWI untuk pemberhentian dan penggantian nadzir sesuai syarat yang ditentukan. keempat, memfasilitasi pelaksanaan ikrar wakaf pada majelis ikrar wakaf. kelima, mendaftarkan harta benda wakaf kepada instansi yang berwenang dan menyampaikan bukti pendaftaran tersebut kepada nadzir. Keenam, menyampaikan Akta Ikrar Wakaf kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten dan BWI untuk dimuat dalam register umum wakaf. Keenam, menindaklanjuti permohonan nadzir sehubungan dengan proses penukaran harta benda wakaf kepada menteri Agama melalui Kantor kementerian Agama Kabupaten.
      Sedangkan kewenangan atau hak dan kekuasaan yang dimiliki untuk melakukan sesuatu dalam hubungannya dengan perwakafan, PPAIW memiliki kewenangan, pertama, Membuat Akta Ikrar Wakaf, kedua, Menandatangani Akta Ikrar Wakaf atau Akta Pengganti Akta Ikrar Wakaf, ketiga, mengesahkan pengurus nadzir sekaligus mengajukan usulan pemberhentian dan penggantian nadzir.
      Dari penjelasan ini, maka fungsi PPAIW berperan dalam fungsi legislasi (pengesahan), fungsi pelayanan, fungsi mediator, dan fungsi pengawasan.
      Demikian, penjelasan ini semoga bermanfaat bagi semua. Untuk sdr. chandra, Anda membutuhkan literatur tentang perwakafan ini silakan hubungi kami di Kantor, pada jam dinas. Kami siap membantu Anda!
      Barokallahu laka, Amien.
      Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

      KUA Pademawu

  6. terimakasih atas jawabanya mudah2an ini bisa dapat saya manfaatkan ………………………..sekalilagi terimakasih banyak
    semoga allah selalu melimpah kan rezeki dan melindungi bapak amin

  7. menambahkan pertanyaan dari sdri endah.
    Saya jg mempunyai keluhan yg sama dgn beliau.
    Saya jg sudah meminta baik2 buku nikah tersebut kpd suami. Sperti ini
    ‘saya minta tlg,buku nikah yg seharusnya saya bawa itu d kembalikan ke saya. Karena itu hak saya’
    Tp dg ketusnya dia blg.
    ‘kmu gak usah ng0m0ng2 hak,kalau gak ngerti!’
    itu bagaimana solusinya..

  8. Menanggapi atas e-mail mbak meela,
    Sebelum nenanggapi hal ini, saya turut berempati terhadap persoalan yang dihadapi anda, ternyata persoalan ’perampasan hak’ berupa kepemilikan surat nikah baik bagian untuk isteri maupun untuk suami masih juga terjadi dan kali ini kebetulan menimpa saudari kita mbak meela.
    Dengan mengenyampingkan faktor-faktor lain yang berkaitan dengan persoalan dalam keluarga anda, sebetulnya ’perampasan hak’ anda untuk memiliki surat nikah tersebut adalah hal yang tidak semestinya terjadi. Jika anda kemudian tidak senang terhadap perlakuan tersebut. Andapun punya hak untuk melaporkan perlakuan yang tidak mengenakkan tersebut kepada pihak yang berwenang untuk itu! Tetapi saya tidak menganjurkan untuk satu hal ini, selama masih bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Karena bagaimanapun juga suami anda adalah bagian dari anda dan tentunya Bapak tercinta dari anak-anak anda (jika anda telah memiliki anak tentunya)
    Saya menyarankan untuk meminta secara baik-baik, dengan pendekatan dan alasan yang logis kepada suami anda, atau anda meminta bantuan kepada orang lain. Berkenan bisa kepada kepala desa, P3N (modin) atau kepada KUA setempat.
    Jika kebutuhan anda terhadap surat nikah tersebut mendesak, maka untuk keperluan selain proses gugatan perceraian kepada Pengadilan Agama, anda bisa meminta surat keterangan Pencatatan Nikah di KUA Kecamatan dimana anda dulu telah melaksanakan pernikahan atau pencatatan Nikah anda, sebagai pengganti sementara ketika surat nikah tersebut belum berada ditangan anda. Anda berkeinginan untuk mendapatkan Duplikat Surat Nikah maka pastikan ada indikasi (petunjuk) bahwa surat nikah bagian anda tersebut telah hilang atau dihilangkan oleh orang lain atau rusak atau dirusak oleh orang lain. Terhadap keadaan hal ini, andalah yang lebih berhak menafsirkan sendiri! Proses untuk pelayanan Duplikat Surat Nikah dapat anda baca disini.
    Demikian, terima kasih. semoga Allah SWT. memberikan hal terbaik buat anda dan keluarga di rumah tentunya. Amin,

    Barakallahu laki, Amin!
    Wassalam,

    KUAPademawu

  9. syahrizal abdul kadir

    assalammualaikum ,,,,, saya mau tanya berhubung nenek saya ingin pergi umroh, maka dari itu kantor imigrasi meminta duplikat surat nikah karena surat nikah dulu tidak ada tanggal lahirnya, tapikan nenek saya sudah janda dan umurnya 83 tahun,apa masih bisa buat duplikat surat nikah, kok kenapa ya orang mau niat ibadah masih saja dipersulit kan kasihan nenek saya..

    • Alaikum salam Saudara Syahrizal Abdul Kadir .
      Sebelum menjawab pertanyaan anda, saya ucapkan terima kasih atas kunjungan dan atensinya di blog yang sederhana dan ndak berbayar ini, tetapi moanfaatnya besar buat kita. Semoga Insya Allah!

      Duplikat Nikah itu adalah pengganti surat nikah yang telah hilang atau rusak. Karenanya; Duplikat Nikah secara hukum kedudukannya sama dengan Surat Nikah. Duplikat Nikah dibuat oleh Pegawai Pencatat Nikiah (PPN) dengan cara mengutip pencatatan perkawinan yang bersangkutan dalam Register Nikah (Akta Nikah). Oleh sebab itu, untuk mendapatkan Duplikat Nikah syarat utamanya, perkawinan yang bersangkutan dapat dipastikan telah tercatat pada Register Nikah di KUA. Jika tidak tercatat, maka caranya baca disini Ini artinya, Duplikat Nikah dapat dibuat tanpa memperhatikan keadaan (dari faktor usia misalnya) pihak suami atau isteri yang bersangkutan, terkecuali terhadap perkawinan yang telah di fasid (dibatalkan) oleh Pengadilan. Atau dalam kasus tertentu terhadap perkawinan yang telah putus karena perceraian baik cerai gugat ataupun cerai talak, maka diperlukan surat keterangan kematian atau akta cerai dari Pengadilan sebagai pelengkapnya.

      Duplikat Nikah dibuat oleh PPN dimana perkawinan itu dilaksanakan dan dicatatkan. Karenanya silakan hubungi KUA Kecamatan yang mencatat perkawinan dimaksud. Untuk prosedur dan persyaratan, silakan baca disini atau silakan datang ke kantor kami yach! kami siap membantu dan melayani keperluan anda. kalau bisa dibuat mudah mengapa mesti dipersulit!

      Demikian, terima kasih semoga Allah SWT. memberikan yang terbaik buat Anda serta kemudahan dalam menjalankan aktivitas dan ibadah.

      barakallahu laka, amien,
      Wassalamu Alaikum

      KUAPademawu

  10. nadzir yg memberi kuasa udah meninggal, beliau mempersilakan untuk menggunakan tanah wakaf untuk pendidikan di tanah wakaf tersebut sudah ada gedung sekolah agama yang sudah tidak layak lagi istilahnya untuk digunakan karena kwatir akan roboh. kemudian saya diperbolehkan sama nadzir tsb untuk mendirikan SMK singkat cerita nadjir tersebut kemudian meninggal ketika gedung tersebut sudah direhab dan dibangun sama SMK. dikemudian hari sekolah agama tersebut menuntut kepada SMK untuk meninggalkan gedung tsb. padahal smk udah punya mandat dari nadzir yg udah meninggal silakan pake dan gunakan karena dia ingin mengembangkan manfaat gedung tersebut tetapi setelah berjalan sekian tahun dan gedungtersebut di bangun sama smk, malah disuruh meninggalkan gedung tsb oleh sekolah agama

    • Saudaraku Basir, sebelum saya jawab keluhan anda, saya ucapkan syukron wa afwan atas kunjungannya di “page ruang anda” ini. Semoga ada manfaat timbal balik diantara kita. Dari catatan anda pada ‘page ruang anda’ ini, setidaknya saya menangkap persoalan yang anda ajukan.

      Pertama, Menyangkut perubahan peruntukan tanah wakaf yang semula peruntukan untuk pembangunan gedung sekolah Agama diarahkan kepada peruntukan untuk pembangunan gedung SMK.
      Terhadap hal ini, maka saya dapat melihat dalam kasus ini ada peralihan/perubahan peruntukan tanah wakaf. (semoga kesimpulan saya ini salah, karena untuk kepastian kebenarannya harus melihat Akta Ikrar Wakafnya (AIW) pada kolom tujuan peruntukan tanah wakaf) jika memang benar terjadi perubahan tujuan peruntukan wakaf, maka tindakan tersebut tidak dibenarkan secara hukum. walaupun sudah persetujuan Nadzir. sebab persetujuan itu tidak sesuai dengan tujuan peruntukan wakaf sebagaimana dalam AIW. Konsekwensi hukumnya pembangunan tersebut dapat dibatalkan secara hukum (lihat pasal 42 dan pasal 44 Undang-Undang Nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf) atau (pasal 45 Peraturan Pemerintah Nomor 42 tentang Pelaksanaannya). Mau tahu UU Perwakafan ini silakan sedot datanya disini
      Namun demikian perubahan terhadap tujuan peruntukan wakaf itu sifatnya dinamis alias dibolehkan dan dibenarkan manakala telah mendapatkan persetujuan tertulis dari Badan Wakaf Indonesia. Utnuk tata cara proses perubahan tersebut silakan hubungi Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf di KUA Kecamatan atau Penyelenggara Zakat Wakaf di Kantor Kementerian Agama Kabupaten dimana tanah wakaf itu berada.
      Kedua, Menyangkut Nadzir yang telah meninggal dunia. Undang-undang telah menjembatani proses pergantian nadzir ketika nadzir tidak dapat melaksanakan kewajibannya (pasal 45 UU No.41 tahun 2004 tentang Wakaf) manakala nadzir telah meninggal dunia. Prosesnya tinggal lihat di AIW-nya. Nadzir yang ditunjuk itu nadzir perorangan atau nadzir badan hukum/organisasi. Kepingin tahu jelasnya bagaimana prosedur perubahan nadzir tersebut disilakan klik disini ya!

      Kesimpulan, pemanfaatan, pengelolaan dan pengembangan wakaf harus disesuaikan dengan tujuan peruntukan wakaf sebagaimana tercantum dalam AIW-nya. Tidak dapat dikatakan Pelanggaran hukum apabila tujuan peruntukan wakaf itu telah dirubah berdasarkan persetujuan Badan Wakaf Indonesia (BWI)
      Nadzir Wakaf baik perorangan maupun badan hukum/organisasi dapat diganti. pergantian nadzir sah secara hukum apabila dilakukan sesuai proses hukum.

      Demikian, semoga bermanfaat akhi!
      Barakallahu Lana walakum, Amin
      Wassalamu Alaikum,

      AdminKUAPademawu

  11. salam alaikum,,
    saya mao tanya, saya pernah dengar kalo pria asing mao nikah ama wanita indonesia harus bayar uang 500jt,?? itu uang buat apa yah kalo memang harus bayar segitu?? buat pemerintah ato wanitanya… karna insyaallah setelah idul fitri saya mao menikah dengan pria arab, tapi kok denger-denger ada syarat itu yah…
    mohon jawabannya,, terima kasih…..

    • Alaikum Salam. Terima kasih sdr (i) Shima telah berkenan mengunjungi kami di ‘page ruang anda’ ini, semoga ini ada nilai manfaat timbal balik diantara kita.
      Sebelum menanggapi pertanyaan anda hal perkawinan campuran, saya buru-buru harus minta maaf atas keterlambatan menanggapi pertanyaan anda, semua karena faktor kesibukan dinas semata.
      Barangkali persyaratan dan prosedur nikah campuran sudah paham sebagaimana dijelaskan disini, hanya saja tentang ‘akumulasi biaya’ yang harus dikeluarkan oleh anda untuk terlaksananya perkawinan campuran ini yang tentunya rada beda. Faktor Jarak antar negara tujuan misalnya. Bisa maklum, karena memang perkawinan anda bisa dikatakan perkawinan luar biasa!!! Maksudnya Luar dari biasanya disamping juga ya memang wah. Wah ngurus persyaratannya, wah kuras tenaganya dan tentu wah biaya akomodasi dan operasionalnya. Namanya aja Perkawinan lintas negara tentunya beda dengan perkawinan lokal antara ‘produk warga dalam negeri’ he he!.
      Hanya saja tentang biaya uang yang disebutkan Rp. 500 juta (nolenam), saya juga tidak akan pernah paham, anda akan berikan kepada siapa uang sebanyak itu. Karena memang saya tidak dikasih tahu oleh anda siapa gerangan yang meminta uang sebanyak itu. Atau anda mungkin iseng aja ya!. Apabila diberikan sebagai maskawin (ada benarnya karena maskawin itu hak si calon isteri untuk minta apasaja dengan kesepakatan dengan si calon suami tentunya), atau jika diberikan kepada pemerintah (pemerintah yang mana, negara asalnya, atao Kedutaannya, atau KUA-nya, untuk 1 hal ini saya tegaskan belum menemukan dasar pungutan seperti itu) atau jika uang itu diberikan kepada Penghulunya, karena anda merasa telah diberikan pelayanan wah, Syukur alhamdulillah atas keikhlasan anda uang itu pastinya tidak akan ditolak. Yakin, karena itu uang pemberian anda. Ikhlas=halal. Ini baru ada benernya! Tentunya dengan catatan Penghulunya ngak pernah bilang kepada anda “wane pirooo” he he!
      Kesimpulannya, sebaiknya anda tanyakan, kepada siapapun yang meminta uang itu. Untuk keperluan apa uang sebanyak itu. Jangan-jangan untuk mengurus persyaratannya didalam negeri dan di luar negeri atau jangan-jangan memang maskawin yang akan diberikan kepada anda. Untuk yang disebut terakhir ini, jika benar sebaiknya mulai sekarang anda patut tertawa seraya berucap Alhamdulillahi-robbil-‘alamin. Kepada KUA yang ada di wilayah anda, sebaiknya berkonsultasilah perihal perkawinan anda termasuk biayanya dengan sebaik-baiknya dan sebagus-bagusnya karena bagaimanapun juga perhelatan wah perkawinan anda dilaksanakan tentunya tidak akan sempurna dan tak berkekuatan hukum tanpa kehadiran petugas dari KUA.
      Tak puas jawaban ini, silakan sapa kami lagi disini. Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan perlindungan kepada anda, sehingga rencana yang telah anda susun, harapan yang telah digantungkan dan tujuan yang telah ditargetkan menjadikan terkabul oleh Allah SWT. Ayo..! kepada Allah-jualah kita berserah diri
      Barakallahu lana walakum,
      Wassalamu Alaikum

      AdminKUAPademawu

  12. Assalamualaikum..
    Bagaimana cara saya membuat surat duplikat buku nikah. sedangkan saya saat ini tdk ada ditempat. surat tersebut hilang pada saat saya ada di PT dan sekarang ini saya masih adA di negeri sebrang…
    Makasih

    • Wa alaikumussalam mbak erni

      Terima kasih Anda telah berkenan mengunjungi kami melalui blog ini, semoga ada nilai dan manfaatnya.
      Menanggapi pertanyaan anda tentang proses pembuatan Duplikat Kutipan Akta Nikah, sementara anda sekarang berada di luar negeri.
      1.Pastikan kalau Kutipan Akta Nikah (surat nikah) tersebut benar-benar telah hilang/rusak.
      2.Melapor kepada pihak berwenang (Kepolisian) untuk mendapatkan surat lapor keterangan kehilangan.
      Untuk kemudahan pelaporan tersebut, sebaiknya anda mengetahui spesifikasi surat nikah anda seperti nomor surat nikah, tanggal dan atas nama pemilik surat nikah tersebut. Untuk mendapatkan keterangan ini, sebaiknya anda berkonsultasi terlebih dahulu kepada KUA Kecamatan dimana perkawinan anda dulu dicatatkan.
      3. Bawa surat Keterangan Lapor Kehilangan dari Kepolisian tersebut beserta pas foto anda dan suami ukuran 2×3 masing-masing 2 lembar (jika ada) ke KUA Kecamatan yang mencatat perkawinan anda dahulu untuk diproses Duplikat Kutipan Akta Nikahnya.
      4. Jika anda berhalangan untuk mengurus sendiri duplikat nikah Kutipan Akta Nikah tersebut dapat dikuasakan kepada orang lain atau kepada pihak P3N (Modin desa) atau perangkat desa, atau kepada siapa yang anda percayai untuk mengurusnya.
      5. Duplikat Kutipan Akta Nikah sah secara hukum, jika dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan yang dahulu pernah mencatat perkawinan anda.
      Artinya Duplikat Kutipan Akta Nikah yang dikeluarkan oleh KUA Kecamatan lain yang tidak mencatat perkawinan anda dahulu dinyatakan cacat hukum dan tidak sah secara hukum. Karenanya, sebaiknya hati-hati memberikan kepercayaan kepada orang lain dalam mengurus duplikat kutipan akta nikah anda tersebut.

      Demikian ya mbak erni, terima kasih. semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada Anda dalam menyelesaikan persoalan hidup anda!
      Barokallahu laki, Amin
      Wassalam,

      Admin KUAPademawu

  13. selamat siang pak, saya ingin bertanya seputar istbat.
    kakek saya telah meninggal tahun 1956, pada saat itu pernikahan kakek nenek saya tidak tercatat di KUA setempat, kakek nenek telah tiada 10th silam,
    saya ingin bertanya apakah isbat bs kami tempuh ,padahal buku nikah, KTP, kartu KK dan data2 otentik lainya tidak ada, bahkan orang yang menjadi saksi pernikahan mereka pun sudah meninggal semua, kami hanya memiliki 1 bukti dimana ibu saya menikah dengan wali nikahnya adalah kakek. sekarang ibu digugat karena masalah ini. jawaban bapak akan sangat membantu kami

    • Sdr. Iwan, Selamat siang teriring do’a buat anda, assalamu ‘alaikum,
      Syukron wa ‘afwan, terima kasih atas kunjungannya, dan karena kesibukan dinas semata, saya baru berkesempatan menjawab pertanyaan anda. Sekali lagi, ‘afwan!
      secara sederhana, Itsbat nikah itu artinya penetapan nikah. Secara pragmatis artinya penetapan hukum terhadap peristiwa pernikahan seseorang. Sepanjang pernikahan seseorang perlu untuk disahkan karena belum memiliki ketetapan, kepastian dan kekuatan hukum, maka itsbat nikah dapat saja dilaksanakan. Karenanya tidak ada batasan waktu kapan perkawinan itu dilaksanakan, 10 tahun atau puluhan tahun silam. Seperti juga yang terjadi pada keluarga saudara. Ini jawaban untuk pertanyaan pertama anda!
      Untuk Pertanyaan kedua anda, tentang proses pembuktian perkara. Mengingat bahwa itsbat nikah, sifatnya berupa penetapan hukum, maka harus ditempuh melalui proses hukum acara di Pengadilan dalam hal ini Pengadilan Agama. Makanya, ada pihak yang mengajukan perkara yang disebut pemohon dan lawannya disebut termohon. Dalam ketentuan hukum, -Kompilasi hukum Islam- yang berhak mengajukan itsbat nikah adalah “suami atau isteri, anak-anak mereka, wali nikah dan pihak yang berkepentingan dengan perkawinan ini”. Dalam kasus anda, karena pihak suami atau isteri telah tiada berikut wali nikahnya sudah tiada karena telah meninggal dunia, maka anak atau cucunya atau pengampunya atau keluarga terdekat atau siapa saja yang berkepentingan dengan perkawinan dimaksud berhak untuk mengajukan itsbat nikah tersebut ke Pengadilan Agama.
      Pengadilan Agama memiliki kompetensi absolut (Kewenangan penuh) untuk mengesahkan atau tidak, perkawinan yang diajukan melalui pemeriksaan sidang majelis . jika perkawinan yang diajukan tersebut terbukti telah terpenuhi syarat syarat hukum maka ‘kemungkinan’ (saya tuliskan kemungkinan karena saya bukan hakim he he, plus hakim punya pertimbangan lain dalam penetapan hukum) perkawinan tersebut dapat ditetapkan sah dan memerintahkan kepada KUA yang berwenang untuk mencatatkan perkawinan tersebut. Demikian pula sebaliknya.
      Ini artinya bahwa dalam sidang penetapan tersebut, diperlukan alat-alat bukti yang valid (shahih). Gunanya agar diperoleh suatu kebenaran yang memiliki nilai kepastian, keadilan, dan kepastian hukum dari perkara yang diajukan tersebut.
      Alat bukti dalam sidang pengadilan hukum perdata dapat berupa bukti tertulis, bukti saksi, pengakuan, persangkaan, dan sumpah.
      Sehubungan alat bukti anda, berupa data otentik tentang “keterangan wali nikah” sebagaimana tersebut dalam surat nikah ibu anda, maka hal itu bisa dijadikan bukti tertulis. Atau dapat juga digunakan Kartu Keluarga (KK) Ibu anda yang dikolom orang tua tercantum keterangan nama Bapak dan Ibu dari Ibu Anda. Jangan lupa sertakan juga 2 buah surat keterangan kematian.Kematian dari Kakek dan Nenek anda dari Kepala Desa /Lurah. Masing-masing alat bukti tertulis tersebut diberi materai 6000 dan dilegislasi oleh Kantor Pos Cabang. Untuk pembuktian dengan kesaksian dapat berupa keterangan saksi dari pihak keluarga yang masih ada, misalnya pihak anak-anaknya atau cucu-cucunya, atau pihak aparat desa (modin) yang telah memenuhi syarat hukum menjadi saksi. Materi kesaksian harus sejalan dengan bukti tertulis yang diajukan sebagai alat bukti, dan tentunya selaras juga dengan pertanyaan hakim. Dalam asas hukum dikenal adanya istilah asas ius curia novit “Hakim paham dan mengerti terhadap persoalan hukum”. Karenanya selaku saksi, jawablah apa adanya dan seadanya. Maka Hakim memutuskan tepat sesuai faktanya.
      Demikian, semoga bermanfaat dan tetap bersemangat! Hubungi Allah dengan Do’a Anda. Semoga Allah senantiasa menyertai kita. Masih belum tuntas uneg-uneg anda, silakan klik kembali disini

      Barakallahu laka, Amin
      Wassalam,

      AdminKUAPademawu

  14. Apakah tanggal akad nikah harus sesuai dgn tanggal dikeluarkan’y surat nikah?? M0h0n bantuan’y ya

    • Menanggapi pertanyaan untuk sdr (i) Dewi, dapat saya jelaskan, bahwa tanggal dikeluarkannya surat nikah menunjukkan waktu bahwa peristiwa hukum berupa perkawinan tersebut telah dicatatkan dalam akta nikah, sekaligus menunjukkan legalitas hukum formal tercatatnya peristiwa hukum perkawinan seseorang karena itu maka:
      1. Bahwa tanggal akad nikah tidak mesti harus sama dengan tanggal dikeluarkannya surat nikah.
      2. Bahwa tanggal dikeluarkannya surat nikah setidaknya sama dengan tanggal terlaksananya peristiwa perkawinan bersangkutan atau melebihi tanggal akad nikah. hal tersebut dapat dibenarkan karena sebab-sebab sebagaimana diatur oleh peraturan pemerintah. seperti hal karena pelaksanaan akad nikah diluar waktu dan jam kedinasan. yang jelas bahwa, tanggal dikeluarkannya surat nikah tidak boleh mendahului tanggal pelaksanaan akad nikah
      3. Khusus untuk surat nikah yang dikeluarkan berdasarkan penetapan Pengadilan Agama karena melalui proses sidang Itsbat Nikah di Pengadiulan Agama, maka tanggal dikeluarkannya surat nikah bisa memiliki jarak waktu yang terpaut jauh. seperti tanggal perkawinan berdasarkan penetapan pengadilan Agama tercantum 12 Maret 1975 maka tanggal dikeluarkannya surat nikah disesuaikan dengan tanggal dicatatnya perkawinan tersebut dalam Akta Nikah.
      Demikian, sdr (i) Dewi, semoga bermanfaat. Amin
      Wassalamu Alaikum,

      AdminKUAPademawu

  15. Saya mau tanya gmn saudara saya perempuan saya ditinggal suminya selma 5 thn tanpa dikasih nafkah dan ditinggal nikah lagi dan surat nikahnya hilang kini dia mau cerai gmn cranya?

    • Sdr. Nasir yang terhormat,
      sebelumnya Terima Kasih atas atensi Saudara.
      Menanggapi pertanyaan Sdr, sehubungan Surat nikah (Kutipan Akta Nikah) saudari perempuan saudara yang telah hilang, maka cara yang harus ditempuh adalah dengan membuat Duplikat Kutipan Akta Nikah. hal ini dapat Sdr. urus dimana tempat perkawinan saudara perempuan anda dulu menikah. atau dimana perkawinan tersebut dicatatkan. tentang ketentuan syarat dan prosedurnya dapat dibaca disini ya!
      Demikian, semoga penjelasan ini bermanfaat buat Saudara.
      Wassalam,
      AdminKUAPademawu

  16. Hang Tuah Suherman

    Assalamu’alaikum wr wb

    Saya ingin konsultasi kepada Bapak / Ibu…

    Saya sudah menikah dan punya beberapa anak. Kemudian saya ingin menikah
    lagi. Karena istri saya dan keluarga tidak menyetujui, akhirnya saya
    menikah dengan istri ke dua secara agama. Saya dinikahkan oleh orang tua
    istri kedua saya dengan disaksikan pihak kerabat dan sahabat2 saya..

    Saat ini istri saya yang pertama sudah menyetujui dan ikhlas bahkan
    mendukung pernikahan saya yang kedua ini….Pertanyaan saya : Bagaimana
    cara mengurus surat nikah pernikahan saya yang kedua tersebut…

    Terima kasih atas penjelasannya…

    Wassalamu’alaikum wr wb

    • waalaikum salam wr. wb.
      untuk Sdr. Hangtuah Suherman,

      terima kasih atas atensinya!
      Sepanjang pengalaman kami dalam pelayanan, kasus Saudara dapat dilanjutkan dengan cara Itsbat Nikah di Pengadilan Agama, dengan catatan; perkawinan anda kedua ini, betul-betul telah disetujui oleh pihak isteri kesatu dan persetujuan tersebut dapat dinyatakan secara pasti di depan hakim, kedua, pernikahan kedua anda betul-betul telah terpenuhi syarat dan rukunnya secara agama dan dapat dibuktikan hal tersebut dengan keterangan saksi-saksi di Pengadilan Agama.
      Demikian, semoga penjelasan ini bermanfaat.
      Barakallahu fikum, Amin
      Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

      AdminKUAPademawu

  17. jani rahayu

    asslm.pak mw tanya klau ingin mmbuat duplikat buku nikah biayanya berapa ya ?dan apakah harus ditempat dulu menikah untuk membuat duplikat tersebut?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s